This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Sabtu, 14 April 2012
Rabu, 04 April 2012
14.52
Zona Goeh
Pada tahun 1962 salah satu dari Pengusaha genteng pernah di datangi oleh pendiri sekaligus mantan wakil presiden pertama RI, yaitu Bapak Muhammad Hatta. Bapak Muhammad Hatta mengunjungi salah satu pabrik genteng yang dikelola oleh Bapak Harsa,Bapak Hasra Memandu beliu berkeliling melihat suasana dan cara pembuatan genteng dan pada waktu sesi istirahat Bapak Muhammad Hatta dihidangkan air kelapa muda (dawegan=bhs.sunda) yang diambil langsung dari pohon bapak Harsa.
Pada tahun 1977 seiring bergulirnya waktu pada masa orde baru yang dipimpin oleh bapak Soeharto yang dalam programnya, yaitu PELITA. Sebagian masyarakat yang dulunya mengolah genteng secara tradisonal lalu merubahnya menjadi mesin, mungkin saja faktor program pembangunan mempengaruhi desa tersebut, karena disamping lebih cepat serta lebih ringan dalam pengolahan genteng yang dilakukan para pekerja. Sekitar pada tahun 1980 sampai tahun 2000 masyarakat yang mempunyai modal mulai membuka usaha sendiri-sendiri (individual), dikarenakan masyarakat mulai tertarik untuk merintis usahanya dan kebanyakan para pengusaha itu sendiri hanya berpendidikan SMA/SMEA ke bawah. Tak tahu kenapa para pengusaha lebih memilih untuk mengembangkan pengusahanya dari pada mencari ilmu, di karenakan menurut pemimpin sekaligus sebagai ketua Apegja mengatakan bahwa “saya sudah mengelola usaha genteng ini dan alhamdulillah maju serta mendapatkan apa yang saya dapatkan tercapai, untuk apa sekolah tinggi toh akhirnya akan mencari kerja/uang".
Tetapi ketika badai krisis ekonomi dan moneter menghantam Indonesia, masyarakat Jatiwangi pun terkena imbas. Ini diakibatkan tidak seimbangnya harga genteng dan bahan baku, naiknya upah buruh dan daya beli masyarakat yang semakin melemah. Keadaan itu diperparah oleh sepinya proyek pemerintah sehingga mengakibatkan banyaknya perusahaan yang gulung tikar . Seperti yang terjadi pada desa burujul wetan yang mana sangat kesulitan untuk memasarkan produk yang dikelola masing-masing pengusaha, pada akhirnya para pengusaha pun banyak yang kehabisan modal dan sulitnya untuk memasarkan produk genteng. Karena situasi pada saat itu belum stabil perekonomiannya, maka banyak pengusaha yang menyerah pada waktu itu, tetapi ada salah satu pengusaha genteng yang masih bertahan pada saat ini, walaupun terkena ganasnya ombak krisis global, tetapi ia masih bertahan. Walaupun ada sedikit bergejolak yang menimpa tetapi masih bisa diatasi oleh pengelolanya. Pengusaha yang masih eksis sampai sekarang, salah satunya ialah PG. Apip Indotiles.
Seperti yang ada saat ini pengusaha genteng yang berada di desa burujul wetan ada 124 pengusaha genteng baik itu genteng yang dikelola pada kalangan kecil, menengah maupun besar ( Produksi ). Produksi genteng yang dihasilkan dari para pengusaha desa tersebut beragam dari Palentong, Morando dll.Industialisasi yang dilakukan masyarakat desa Burujul wetan ternyata tidak hanya membawa pada aspek kemanfaatan saja tetapi mempengaruhi pada aspek lingkungannya juga. Seperti pengeksploitasian terhadap pohon di hutan yang ditebang untuk dijadikan bahan bakar pemanasan genteng.
"Saya sebagai putra asli Burujul Wetan bangga atas semua pencapaian desa Burujul Wetan yang telah mengharumkan Desa Burujul Wetan dan Indonesia di negara tetangga karena genteng kami yang berkualitas tinggi.Tapi saya tidak bangga karena mengingat banyaknya pohon-pohon yang ditebang untuk dijadikan bahan bakar pembakaran, jika saja pemerintah tidak menaikan harga bahan bakar gas mungkin sampai sekarang pabrik genteng masih menggunakan BBG dan masalah eksploitasi hutan menjadi berkurang"
Senin, 02 April 2012
14.57
Zona Goeh
Indonesia mempunyai tambang emas terbesar dengan kualitas terbaik didunia.
Kandungan emas yang terdapat di tambang ini ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, telah mengasilkan 7,3 juta ons tembaga dan 724,7 juta ons emas. Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, yaitu.....URANIUM! Bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana.Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi nakal, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.
Indonesia mempunyai cadangan gas alam terbesar didunia,tepatnya di blok NATUNA.
Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll.tapi sayang banyak dikelola oleh perusahaan asing seperti EXXON MOBIL.
Indonesia memiliki hutan tropis terbesar didunia.
Hutan tropis indonesi memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia. Letaknya di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. Tebang saja semua pohon di hutan itu maka bumi pasti kiamat.
Karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi.
tetapi kian hari indonesia telah kehilangan banyak hutan tropis karena ulah penebang liar dan segelintir orang yang ingin membuka lahan untuk perkebunan sawit,jika terus dibiarkan indonesia akan menjadi kepulauan tandus.
Indonesia memiliki lautan terluas didunia
indian-ocean Dikelilingi dua samudra, yaitu Pasifik dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.
jangan sampai keanekaragaman ikan di indonesia hilang/punah karena banyaknya nelayan yang menggunakan bom dan racun.
Indonesia tanah tersubur didunia
Karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur, terlebih lagi negara ini dilintasi garis khatulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.
Jika dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. Coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat.
Dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apa pun juga. “Bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”
14.34
Zona Goeh
Momen Tak Terlupakan
Sebuah lakon drama sedang dipentaskan di Gedung Joeang ’45 Menteng, Jakarta. Drama itu dimainkan oleh sekelompok anak muda. Mereka memerankan tokoh-tokoh kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Wikana, dan Sukarni. Dialog berisi perdebatan yang terjadi antara Sukarno-Hatta dengan para pemuda pejuang tentang kapan saatnya Indonesia harus memproklamirkan kemerdekaan.
Ratusan penonton menyaksikan adegan demi adegan dengan khidmat. Yang paling serius menonton adalah 150-an bekas pejuang angkatan 45. Mereka khusus diundang pada acara ini oleh Pengurus Gedung Joeang ’45.
Beberapa dari bekas pejuang itu matanya terlihat berkaca-kaca. Mereka seperti mengingat kembali kejadian 66 tahun silam.
Cholil misalnya. Pria asli Betawi itu masih ingat betul detik-detik menjelang proklamasi. Saat itu, Cholil yang masih berusia 18 tahun diperintah komandannya untuk menjaga keamanan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta.
“Saat itu BKR (Badan Keamanan Rakyat-red) masih siaga melawan Jepang. Meski kan Jepang udah menyerah kalah. Jepang kan di bom atom. Jepang sebenarnya sudah tidak melawan, tapi kita tetap waspada”, kenang Cholil.
Pengalaman yang hampir sama juga dialami Johny Julius Pyoh. Ketika itu usianya masih 17 tahun. Johny berstatus pelajar MULO atau sekolah lanjutan tingkat pertama.
“Saat pembacaan proklamasi, saya ada di belakang, di rumahnya Fatmawati. Karena menjaga dari belakang kalau ada kereta api pasukan Belanda dan Jepang. Pokoknya musuh kita itu Belanda dan Jepang. Situasi masih gawat. Presiden (Sukarno-red) saja masih takut”, cerita Johny yang menanggalkan cita-cita menjadi guru demi perjuangan.
Lain halnya dengan Kasiyah Supadmo. Saat pembacaan proklamasi kemerdekaan dia sedang bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit Majalaya, Jawa Barat. Usianya baru 22 tahun. Tugasnya keluar-masuk hutan merawat pejuang yang terluka.
“Ya pokoknya mendampingi tentara tugas. Kalau di dalam hutan, dokter di dalam pos saja. Tapi kalau saya dan perawat lain mengikuti (tentara). Perawat perempuan cuma saya sendiri. Saya merawat luka tembak dan sakit. Pokoknya saya itu mati senang, hidup senang.”
Kisah-kisah heroik tadi harus selalu dikenang oleh masyarakat. Begitu kata Ketua Panitia Peringatan Proklamasi Kemerdekaan dari Gedung Joeang 45, Bayu Niti Permana.
“Kita ingin mengangkat peristiwa ini sebagai sebuah ajang untuk mengingat sejarah masa lalu. Jangan sampai kita melupakan sejarah. Satu malam itu adalah satu peristiwa penting yang harus diingat anak bangsa. Bahwa segala sesuatu yang dipersiapkan sematang mungkin belum tentu berjalan mulus. Tapi dalam waktu satu malam saja itu bisa berubah. Dan itu memang harus diperjuangkan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”
Selain drama, Gedung Joeang 45 juga menggelar pawai napak tilas proklamasi kemerdekaan. Peringatan ini rutin dilakukan sejak 1980-an.
Jalan Menteng Raya di depan Gedung Joang 45 dipenuhi seribuan orang. Mereka dari kalangan pelajar, pramuka, perwakilan daerah, serta komunitas-komunitas pencinta sejarah. Bersama para veteran pejuang, mereka akan berpawai dari Gedung Joeang 45 hingga ke Tugu Proklamasi yang berjarak sekitar tiga kilometer.
Hari itu para pejuang angkatan 45 begitu dielu-elukan masyarakat. Tapi di balik itu, sebagian dari mereka masih harus berjuang melawan kemiskinan.
Terjajah Kemiskinan
Pagi 17 Agustus lalu, rumah Ilyas Karim lebih ramai dari biasanya. Ilyas tinggal di pinggir rel kereta api di Kalibata, Jakarta. Sesekali kaca jendela rumahnya bergetar ketika kereta api melintas.
Seharusnya hari itu Ilyas mengikuti upacara bendera di Istana Merdeka. Namun, ia menolak datang. Ilyas terlanjur kecewa kepada Presiden Yudhoyono karena mengingkari janji pada pejuang.
“Waktu SBY saya diundang tapi saya ndak mau karena dia pembohong kepada saya. Saya datang hanya ke undangan Gubernur DKI Jakarta di Monas. Dulu (SBY-red) pernah janji mau bantu kami pejuang (Divisi-red) Siliwangi. Dia pernah datang ke kantor saya. Dia bilang, “Pak saya mau mencalonkan jadi presiden. Saya minta bantu karena bapak orang Siliwangi dan banyak temannya.” Lalu saya bilang, “Nanti kalau menang jadi presiden jangan lupa sama pejuang”. Tapi kenyataannya dia tidak mau tahu dengan pejuang. Dia ingkar janji, makanya saya tidak ikut pengibaran bendera di istana.”
Darnis, istri Ilyas Karim, mengaku terpaksa meminta bantuan dari anak-anaknya tiap bulan. Kata Darnis, tunjangan pensiun suaminya tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ilyas menerima tunjangan pensiunan tentara dari kesatuan Angkatan Darat.
“Anak-anak membantu. Kalau dari bapak, berapa lah pensiunnya. Bayar telepon dan lampu saja sudah banyak sekali habisnya. Jadi ibu kalau dikasih bapak berapa saja diterima. Tapi Ibu tidak pernah tanya. Sampai untuk beli beras sekarung saja ibu cuma dikasih bapak Rp 500 ribu. Kalau kita tidak ada tamu tahan dua bulan beras sekarung itu. Kan yang besar itu uang lauk pauknya.”
Ilyas dan Karim juga terancam harus angkat kaki dari rumah kecil yang mereka huni sejak 26 tahun lalu. Ini menyusul kabar, rumah itu bakal digusur oleh PT Kereta Api Indonesia. Ilyas mengadukan hal itu ke Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Hanya janji-janji yang ia terima.
“Untuk bapak akan saya usahakan rumah nanti. Saya bukan anak-anak. Kalau anak-anak dikasih permen, berhenti nangis. Kalau saya sudah tua. Lebih tua dari Gubernur. Kalau Gubernur ingin mengusahakan rumah kepada saya, tapi anak buahnya mengusir saya. Ke mana barang akan saya bawa? Kalau gubernur ikhlas, kasih saja kunci rumah. Baru saya yakin. Tapi saya tidak yakin sama pejabat sekarang.”
Sekitar pukul 10 pagi, Ilyas dan isterinya dijemput seseorang dengan mobil. Mereka akan menghadiri undangan dari perusahaan pengembang apartemen di seberang rumah mereka.
Ternyata hari itu Ilyas mendapatkan satu unit apartemen di kawasan Kalibata. Ini adalah penghargaan dari perusahaan itu atas jasa-jasa Ilyas Karim.
Dia dianggap berjasa karena menjadi pengibar bendera merah putih saat pembacaan teks proklamasi 66 tahun lalu. Kepada KBR68H, Ilyas menunjukkan foto peristiwa tersebut. Dia mengaku sebagai pria bercelana pendek dengan posisi membelakangi kamera.
“Yang pakai topi itu teman saya Sudanco (Komandan-red) Singgih. Orang Jawa. Tentara PETA (Pembela Tanah Air-red). Ini saya yang celana pendek. Ada tulisan di bawahnya. Ini yang celana pendek saya ini. Ini ibu Fatmawati.”
Namun menurut sejarawan Bonnie Triayana, pengakuan Ilyas Karim perlu dicek dan diteliti lebih jauh. Pasalnya, ada beberapa keterangan yang dianggap Bonnie meragukan.
Misalnya, pengakuan Ilyas yang bermalam pada 16 Agustus 1945 di Gedung Joeang, atau saat itu disebut Menteng 31. Gedung itu dulu menjadi markas pemuda-pemuda berideologi kiri. Sementara Ilyas juga mengaku dia bergabung dengan pejuang dari kalangan Pemuda Islam.
Kamis, 29 Maret 2012
13.18
Zona Goeh
Memahami dasar warna RGB dan CMYK
CMYK merupakan standar industri cetak saat ini. Singkatan dari Cyan – Magenta – Yellow, – Black. K mewakili warna hitam. CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, menyesuaikan standar industri printing. Sampai saat ini, dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar ini dalam membuat warna apa pun.Metode RGB (Red, Green, Blue)
Metode warna ini dipakai untuk warna pendar atau warna layar yang berupa cahaya yang dipancarkan. Warna ini hampir mirip dengan teori warna dasar, tetapi menggunakan warna Hijau sebagai pengganti warna Kuning. Warna-warna lain dihasilkan hanya dengan kombinasi dari 3 warna yaitu Merah, Hijau, dan Biru.Pada pemrograman berbasis text, misal xBase (dBase/FoxPro/Clipper), warna RGB ini didefinisikan dengan sangat sederhana yaitu dengan perintah dasar SET COLOR TO warnaRGB. Contoh:
SET COLOR TO R: menghasilkan tulisan warna merah
SET COLOR TO W/B: menghasilkan tulisan putih di atas latar Biru
Dalam pemrograman xBase, kode warna yang dipakai adalah:
R = Red (Merah)
G = Green (Hijau)
B = Blue (Biru)
W = White (Putih)
N = None (tanpa warna atau Hitam)
Jika ingin membuat warna lebih menyala (bright), bisa ditambahkan tanda ‘+’, misal R+ (merah terang) dan pemberian tanda ‘*’ akan menghasilkan efek berkedip.
Pada pemrograman GUI, maka RGB memiliki spektrum yang lebih luas dibanding era text-based. Beberapa tools menggunakan RGB dengan nilai 0 s/d 255. Ada juga yang menggunan nilai hexadecimal dari nilai 00 sampai dengan FF.
Perhatikan contoh berikut:
- RGB(255,0,0) akan menghasilkan warna merah sempurna

- RGB(255,0,255) akan menghasilkan warna violet (tetapi dalam RGB akan lebih mendekati pink)

- RGB(0,50,0) akan menghasilkan warna hijau gelap

Pemberian nilai maksimal RGB, yaitu RGB(255,255,255) atau RGB(FF,FF,FF) akan menghasilkan warna putih. Sebaliknya pemberian nilai minimal RGB(0,0,0) akan menghasilkan warna hitam. Untuk menghasilkan warna abu-abu (Grey), cukup memberikan nilai yang sama pada unsur R,G, dan B. Jika nilainya kecil maka akan menghasilkan abu-abu gelap dan semakin besar nilainya akan menghasilkan warna abu-abu yang semakin terang. Misal: RGB(20,20,20) menghasilkan abu-abu gelap dan RGB(200,200,200) akan menghasilkan warna abu-abu yang lebih terang.
Dalam konteks RGB atau warna cahaya, maka sebenarnya bisa dianggap tidak ada warna hitam. Warna hitam adalah warna tanpa cahaya, sehingga nilai RGB-nya adalah nol.
Metode CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)
Warna CMYK adalah warna yang berdasar pada pigmen warna (zat warna) yang umumnya dipakai dalam teknologi pencetakan. Berbeda dengan RGB yang mengabaikan warna hitam, maka dalam CMYK mengabaikan warna putih (karena dianggap warna putih adalah warna bidang cetakan/kertas). Jika anda memeriksa tinta pada printer warna, maka anda akan menjumpai 4 warna tinta yaitu Cyan (biru kehijauan), Magenta (seperti pink tapi lebih tua), Yellow (Kuning) dan Black (Hitam).Dalam warna CMYK, warna hitam disimbulkan dengan K, bukan B. barangkali, karena simbol B telah lazim dipakai untuk Blue di RGB. Jika semua nilai CMYK dibuat 0 (nol), maka yang terjadi adalah warna putih. Sebaliknya jika warna CMY dicampur pada nilai maksimal, yang tercipta adalah warna grey mendekati hitam. Hal ini memungkinkan untuk printer warna yang tidak memiliki cartridge hitam untuk tetap bisa menghasilkan warna hitam. Dalam beberapa hal, hasil pencampuran warna pada model CMYK, memiliki variasi yang lebih sedikit dibanding yang bisa didapatkan dengan RGB. Bagaimanapun, RGB bisa dianggap mendekati konsep warna dasar dengan sedikit perbedaan pada warna kuning dan hijau. Akan tetapi, jika anda ingin mendapatkan warna hasil cetakan yang sama dengan warna di monitor (what you see is what you get), maka sebaiknya modus gambarnya diubah dulu ke CMYK, tentu saja jika softwarenya mendukung.
Warna CMYK:
RGB vs CMYK
Pada dasarnya printer dan monitor adalah dua perangkat yang berbeda, bahkan basis manajemen warnanya pun berbeda, monitor menggunakan mode RGB (seperti juga mata manusia), sedangkan printer menggunakan CMYK. Yang satu menggunakan proses rasterisasi yang tingkat gradasinya lebih pendek yang satu menggunakan tingkat refleksi yang gradasinya lebih panjang. Coba lihat di Photoshop atau Corel dimana palet warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi sedang CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK).Salah satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke CMYK adalah ‘kalibrasi’. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan warna agar semua perangkat pemroses citra (image) menggunakan satu patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi nanti sewaktu kita akan mencetak hasilnya akan ‘mirip’ seperti yang kita liat di monitor.
Proses termudahnya tentu saja menggunakan fasilitas yang disediakan oleh aplikasi yang kita gunakan. Misalnya adobe gamma yang disediakan oleh Photoshop dimana monitor akan di kalibrasi sesuai pilihan kita. Meskipun telah di kalibrasi jika kita tetap saja bekerja dengan mode RGB di Photoshop dan aplikasi lainnya tentu saja ada warna-warna tertentu yang tidak akan bisa dicetak hal ini dikenal dengan istilah “out of gamut” bisa di deteksi dengan membuka palet color picker dan men-cek warna di image dengan eyedroper tool, akan ada tanda segitiga dengan tanda seru yang menandakan warna tersebut tidak akan tercetak, dan jika anda mengklik tanda segitiga tersebut pilihan warna akan berubah dan menampilkan warna yang akan di gunakan untuk mencetak.
Jadi jelas bahwa untuk mengetahui hasilnya setiap image yang di gunakan di photoshop dan aplikasi lain perlu di konversi ke CMYK sebelum di cetak. Jika anda merasa bahwa warnanya kurang menarik anda bisa menyesuaikannya lebih dulu dengan berpatokan ke image yang masih dalam mode RGB (ingat beberapa filter photoshop hanya bisa di jalankan di dalam mode RGB!)
Sekarang kita kembali ke inti pertanyaan kenapa hasil cetak di percetakkan turun? Sekali lagi proses kalibrasi yang anda lakukan adalah proses kalibrasi di komputer anda bukan di mesin separasi apalagi di mesin offset percetakkan. Jadi tentu saja resiko warna turun sangat besar bahkan jika pun anda menggunakan Macintosh! Untuk mengatasi ini anda harus mengetahui warna-warna yang bisa di hasilkan oleh percetakkan, biasanya percetakkan yang baik akan dengan senang hati memberikan contoh cetaknya kepada anda berupa gradasi persentasi warna dalam bentuk buku dalam mode CMYK. Gunakan contoh tersebut sebagai panduan untuk mengkalibrasi komputer dan printer di rumah/kantor jadi anda bisa melakukan test print dulu sebelum pergi ke percetakkan. Kalau anda rasa kontrol tersebut kurang kuat anda bisa minta hasil proof dari percetakkan (dengan biaya) untuk melihat akurasi warnanya.
Sekali lagi ingat banyak variabel yang tidak berada dalam kontrol seperti misalnya alat proof yang menggunakan teknologi continus tone (dye sublimation / thermal printer) jelas berbeda dengan mesin cetak yang menggunakan raster half tone! Sekarang persoalan kembali ke medianya, selain mode warna media kertas yang di gunakan juga menentukan. Sebagai contoh hasil cetak dengan inkjet di atas kertas HVS biasa pasti biasa-biasa saja di banding dengan media khusus seperti foto paper atau glossy paper. Mengapa? Karena daya serap kertas terhadap tinta dan kemurnian bahan dasar kertas (pulp) menentukan hasil cetak. Kertas biasa dengan pori-pori besar dan bahan dasar yang tidak pure white (cenderung kuning atau abu-abu) akan menyerap tinta ke dasar kertas dan membuat warna lebih abu-abu ketimbang kertas glossy/art paper yang mampu menahan tinta dengan bahan lapisannya sedang bahan dasarnya yang lebih putih akan mampu memberi tampilan warna lebih cemerlang. Sementara itu kertas dove memang ditujukan untuk membuat tampilan warna lebih lembut dengan tidak menggunakan lapisan penahan tinta sebanyak art paper, untuk itu agar warna atau bentuk tertentu menonjol digunakan varnish/coating (di percetakkan dikenal dengan UV varnish/coating). Penggunaannya tentu terserah anda.