Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012


HELLGODS di bentuk pada 16 September 1995 yang pada awalnya merupakan band session karena para personilnya merupakan gabungan dari beberapa band dengan formasi pertama :
  • Ade Black Wizard : Vox
  • Abu Black Ash : Guitars / vox
  • Loex’ Black Storm : Guitars /vox
  • Chex’ Barbarian : Bass
  • Agung Abyssia : Drums

Pada awalnya HELL GODS membawakan lagu-lagu dari The Abyss, Rotting Christ, Necromantia, Impaled Nazarene & Cradle Of Filth yang mana pada waktu itu band-band tersebut menjadi influence bagi musik mereka. Dengan konsep musik mereka Extreme Violence Black Metal, pada bulan November ’95 mereka mengeluarkan single pertamanya yang diberi titel Satanic Christians untuk mengisi sebuah acara Bedah Demo yang diselenggarakan oleh GMR Rock Station-Bandung dan single tersebut berhasil masuk nominasi 10 besar. Dengan perjalanan karir mereka yang cukup panjang, akhirnya mereka berhasil menelurkan album perdananya yang bertitle When The Forest Became My Kingdom yang berisikan 8 buah lagu dibawah label Nocturmoon Records yang dirilis pada bulan Juli ’97. Dalam album tersebut mereka memakai Add. Musician untuk mengisi female Voices yaitu Sisca Fransisca dari PRAETERMONSTRO, namun pada gigs yang mereka lakukan pada waktu itu untuk Female Voices mereka memakai Add. Musician lainnya yaitu Rini Vixen, Kiki Vempire dan Fransisca Ria Vamperotica yang mana mereka dipakai hanya untuk sementara waktu saja.
Pada bulan November ‘97 mereka mengeluarkan single terbarunya yang bertitel Kabut Keabadian untuk mengisi album kompilasi underground pertama yang dirilis secara major label di Indonesia yaitu Metalik Klinik oleh Musica Records dan pada waktu yang bersamaan, mereka memasukan dua buah lagunya yang diambil dari album perdananya yaitu The Blackness of The Night dan In The Battles of Barbarian War untuk mengisi kompilasi Black Metal pertama yaitu Blacker Than Darkness yang dirilis secara indipendent di Indonesia oleh sebuah organisasi musik Black Metal yaitu Black Mass “Blacker Than Darkness” Bandung. Perjalanan karir mereka waktu itu sangat menggebrak perkancahan scene Black Metal di Indonesia dan gaung popularitasnya terdengar sampai ke beberapa negara tetangga di Asia. Perkembangan karir mereka kian memuncak dengan banyaknya gigs yang mereka lakukan, namun keberadaan mereka yang solid mulai retak yang kemudian diguncang dengan pengunduran diri seorang personil mereka yaitu Abu Black Ass pada bulan Mei ’98. Untuk sementara waktu mereka berjalan dengan beranggotakan empat personil, yang pada akhirnya pada bulan Mei ’99 mereka merekrut seorang personil barunya yaitu Syam’s Dark Winter (Ex-AULL-R.I.P) untuk mengisi Bass yang mana posisi Guitar yang ditinggalkan oleh Abu Black Ass diisi oleh Chex’ Barbarian, maka formasi personil
  • Ade Black Wizard : Vox
  • Chex’ Barbarian : Guitars / vox
  • Loex’ Black Storm : Guitars /vox
  •  Syam’s Dark Winter : Bass
  • Agung Abyssia : Drums
Dengan formasi tersebut keberadaan mereka kembali solid dan dalam waktu bersamaan mereka sepakat merubah konsep musiknya menjadi Fast & Melodic Black Metal yang kemudian mereka kembali mengeluarkan single terbarunya yang bertitel Ahl Sohn Bar untuk mengisi album kompilasi Black Metal dari Extreme Soul Productions yaitu Neohellist pada bulan Maret ’00. Sejak dikeluarkannya single tersebut, mereka mengalami kevakuman yang cukup lama yang disebabkan oleh banyak hal hingga pada akhirnya pada bulan Mei ’02 tiga orang personilnya mengundurkan diri yaitu Chex’ Barbarian, Agung Abyssia dan Syam’s Dark Winter yang mana mereka mendapat penggantinya dengan merekrut kembali seorang mantan personil lamanya yaitu Abu Black Ash dan juga dua orang personil barunya yaitu Dedizzia Necrolord (UNSEEN DARKNESS) dan Hendra (Ex-MOTOR DEATH), maka dengan formasi yang keempat ini HELL GODS kini beranggotakan personil :
  • Ade Black Wizard : Vox
  • Abu Black Ash : Guitars / vox
  • Loex’ Black Storm : Guitars /vox
  • Dedizzia Necrolord : Bass
  • Hendra : Drums 

Pada bulan Agustus ’02 mereka kembali mengeluarkan single terbarunya yang bertitel I reach……The Eternity untuk dimasukkan ke dalam album terdahulunya When The Forest Became My Kingdom yang dirilis ulang oleh Prapatan Rebel di akhir tahun ’02. HELL GODS kembali menggetarkan perkancahan scene Black Metal dengan banyaknya kembali gigs yang mereka lakukan. Pada bulan Maret ’03 mereka kembali mengeluarkan single terbarunya yang bertitel Melebur Jiwa untuk mengisi album kompilasi Dark To Eternity yang dirilis oleh Darkness Earth Productions dan pada Desember ’03 mereka merekam sebuah lagu milik SEPULTURA yang bertitel Troops Of Doom kedalam versi mereka untuk mengisi album kompilasi Sepultribe “A Tribute To Sepultura” yang dirilis oleh Insane Dreams Productions & Brisik Distro
Setelah vakum beberapa lama, Hellgods kembali menggebrak dengan konsep The blackened rebirth di akhir tahun 2009 lalu dengan formasi :
  • Ade Black Wizard : Vox
  • Abu Black Ash : Guitars / vox
  • Loex’ Black Storm : Guitars /vox
  • Dedizzia Necrolord : Bass
  • Hariz da Grinder : Drums
Namun karena kesibukan pekerjaan yang menuntut konsentrasi penuh, Ade mengundurkan diri tepat sebelum launching kembalinya Hellgods di kancah musik blackmetal tanah air di The Rock Café akhir 2009 lalu.  Abu Blackened Ash akhirnya memutuskan diriuntuk menjadi vokalis dan akhirnya Hellgods tampil dengan konsep Electronics – blackmetal.Di awal tahun 2010 konsep electronics blackmetal sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh Hellgods ,dan kembali ke khitahnya dengan konsep Black Metal tampil di beberapa acara, dan sempat juga diisi oleh kembalinya Ade Black Wizard di posisi vokalis ketika tampil di acara Bandung Territory di Lembang.
Mundurnya Loex Damien dari posisi gitaris Hellgods di pertengahan tahun 2010,membuat Hellgods menggamit dua gitaris baru untuk mengisi kekosongan tersebut, yaitu Abah ‘alltime crew’ Desecrator dan Igor Nazaroth dari Divine Blackness juga Reyza Unseen untuk mengisi jadwal show yang menanti di depan mata, termasuk sebagai opening MARDUK,salah satu gods of darkness di kancah blackmetal dunia .
Awal tahun 2011, Abah Desecrator memutuskan untuk mengundurkan diri untuk berkonsentrasi di sisi managerial Hellgods sedangkan Igor Nazaroth kembali ke Divine Blackness. Sehingga Hellgods kembali mencari gitaris untuk mengisi kekosongan ini. Akhirnya JP dari Mortified bergabung untuk mengisi kekosongan tersebut.
HELLGODS 2011 Formation
  • Abu Blackened Ash : Vox / Guitars
  • JP ‘Mortified’ : Guitars
  • Dedy Abyssia : Bass / Vox
  • Hariz Da Grinder : Drums , Percussion
  • Reyza Unseen : keyboards

Nama Asli : Brian Harold May, BSc Hons
Tempat/Tgl Lahir : Hampton / 19 Juli 1947
Gaya Permainan : Rock, Heavy Rock, Rock Opera
Group Band : 1984, Smile, Queen, Brian May (Solo Karir)
Pengaruh musikal : Hank Marvin (The Shadows), Scotty Moore (Elvis Presley), Lonnie Donegan, Buddy Holly dan James Burton
Teknik Andalan : Harmoni (gitar) berlapis
Gitar : Custom-built “Red Special”, Custom Red Special models buatan Greg Fryer, Guild Brian May Signature model, Burns Brian May Signature model, Gibson Les Paul Standard, Gibson ES-335, Akustik gitar Collings
Pickup : Burns (terpasang di Red Special), DiMarzio Brian May model (terpasang di Guild Brian May Signature model)
Efek : Vox Wah, Custom-built treble booster (kemungkinan buatan Pete Cornish tipe TB83), Echoplex yang sudah dimodifikasi, Boss CE-3 Stereo Chorus Ensemble, multi-efek Rocktron Intellifex, Foxx Phaser dan Bel Digital Audio Delay
Ampli : Vox AC30 dan AC10, Custom-built Deacon amp (yak betul, ampli ini buatan bassist Queen, John Deacon), Selmer, Marshall JCM800
Contoh permainan : Keep Yourself Alive, Stone Cold Crazy, Brighton Rock, Bohemian Rhapsody, It’s Late

Karir :
Dengan suara gitar yang khas dan riff-riff gitar yang catchy sebagai kontribusinya pada Queen, Brian May menjadi salah satu dari sekian musisi yang berbakat dan memberikan pengaruh pada tahun 70-an. Ia adalah anak seorang tukang servis elektronik dan musisi. Ia ternyata ikut mewarisi bakat ayahnya dalam bidang menyolder dan musik. Namun ia sanggup menyeimbangkan ketertarikannya akan teknologi dan musisi dan kemudian melanjutkannya untuk meraih gelar di bidang Fisika. Di saat senggangnya ia menyempatkan diri membuat gitar dibantu oleh ayahnya. Gitar buatannya ini yang kemudian menjadi trade-mark Brian May di setiap penampilannya.
Saat masih sekolah ia membentuk band pertamanya, 1984, yang merupakan sebuah band instrumental. Band mereka manggung di sekitar kota London dan membuka pertunjukan artis/band legendaris seperti Traffic, Jimmi Hendrix, Pink Floyd dan Tyrannosaurus Rex (nantinya dikenal sebagai T-Rex). Pada tahun 1968, ia meninggalkan bandnya untuk memfokuskan diri pada studinya di Imperial College.
Saat kuliah, May sering nongkrong bareng Roger Taylor dan kemudian membentuk band hard rock trio bernama Smile. Ia malah juga meneruskan pendidikannya setingkat S2 pada jurusan matematika dan ilmu pengetahuan, tapi kemudian malah memutuskan untuk lebih fokus pada musik secara penuh. Band Smile menandatangani kontrak dengan Mercury Records dan merilis satu single yang tidak meraih sukses. Kemudian mereka menambahkan Freddy Mercury pada posisi vokal dan merubah nama band mereka menjadi Queen. Setelah bekerja dengan beberapa bassist, akhirnya mereka menemukan dan merekrut John Deacon pada tahun 1971. Queen kemudian menandatangani kontrak dengan EMI dan merilis debut albumnya (Queen) pada tahun 1973 dengan kekuatan utama album mereka: kombinasi vokal opera Freddie Mercury dan riff-riff keren Brian May.
Brian May bersama Queen terus berekperimen dengan mengembangkan sound mereka. Albun A Night at the Opera dirilis tahun 1975 dan menelurkan lagu hit “Bohemian Rhapsody”, yang memperdengarkan kemampuan musikal dan kehebatan mereka sebagai pengarang lagu. Kedua album mereka selanjutnya A Day at the Races pada tahun 1976 dan News of the World pada tahun 1977 juga meraih sukses besar di radio maupun di toko musik dengan hit-hit mereka seperti “We Will Rock You” dan bahkan “We Are The Champion” dari album News of the World malah digunakan menjadi lagu kemenangan di lomba olahraga di seluruh dunia sampai sekarang. Yang menarik adalah, salah satu lagu dari album News, “It’s Late” adalah lagu dimana Brian May menggunakan two-handed tapping dan hammer-on saat solo gitar dan setahun kemudian baru Eddie Van Halen terkenal dengan two-handed tapping gayanya sendiri. May menyebutkan bahwa tehnik tapping yang ia gunakan diconteknya dari seorang gitaris band club di daerah Texas. Menurut gitaris band tersebut malah Billy Gibbons (ZZ Top) yang pertama kali menggunakannya dan ia hanya menconteknya.
Setelah Freddie Mercury wafat di tahun 1991, Queen secara resmi bubar. Hanya pada event-event khusus seperti “Concert for Life tribute to Mercury” di tahun 1992 (menggalang dana untuk Mercury Phoenix Trust, dibentuk untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya AIDS). Brian May kemudian lebih fokus bersolo karir, merilis Back to the Light pada tahun 1993. Setahun kemudian ia merilis Live at Brixton Academy, yang isinya adalah gabungan dari lagu-lagu solo karirnya dan dari koleksi lagu Queen. Pada tahun 1998 ia merilis album berjudul Another World dimana Jeff Beck ikut mengisi gitar pada lagu “The Guv’nor”.

Suara Gitar dan Rig
Tidak lengkap membicarakan Brian May tanpa membicarakan gitarnya. Jantung dari suara gitar May terdapat pada gitar listrik yang diberi nama “Red Special”. Gitar tersebut ia buat berdua bersama ayahnya. Sungguh sangat sulit mencari gitar listrik yang bersuara persis seperti Red Special-nya Brian May kecuali anda mendapatkan replikanya dari luthier Greg Fryer. Walaupun Guild dan Burns membuat seri signature Brian May, namun gitar buatan mereka tidak bersuara persis seperti gitar Brian May. Selain itu dalam rig Brian May sendiri terdapat beberapa efek-efek custom, termasuk diantaranya adalah Treble Booster yang digunakannya bersama ampli merk Deacon (Ampli buatan John Deacon, bassist Queen) dan sebuah splitter untuk mengirim sinyal ke tiga ampli Vox AC30 miliknya. Selain itu, Brian May juga menggunakan pick gitar yang tidak lazim. Pick yang digunakannya adalah sebuah koin sixpence (mata uang inggris). Tentang penggunaan koin sebagai pick ini Brian May beralasan bahwa koin tidak mudah lepas dari tangan karena permukaannya yang kasar dan pinggirannya bergerigi tajam. Di Inggris koin ini sudah tidak diproduksi lagi, tapi Brian May telah mengkoleksinya hingga ribuan buah sehingga ia tidak takut kehabisan.Sekarang bagaimana tentang harmoni gitarnya? Rahasianya adalah pada penggunaan 3 ampli tersebut dengan konfigurasi ampli di tengah dry dan ampli kiri kanan sebagai suara efeknya. Pada masa-masa awal karirnya Brian May sering menggunakan splitter 3-way untuk membagi sinyal gitarnya dan dua Echoplex yang di set dengan delay time yang berbeda untuk membentuk harmoni. Kedua Echoplex tersebut kemudian masing-masing menuju ampli yang ada di kiri dan kanan. Brian May sekarang sudah tidak menggunakan Echoplex dan menggantinya dengan unit Digital Delay.

Gitar buatan Brian May (Red Special)
Banyak cerita sekitar gitar buatan Bryan May ini. Menurut Brian May, ia membuat gitar tersebut dengan bantuan ayahnya dan menamakannya “Red Special”. May membuat desain bodi, yang bentuknya mengadaptasi bentuk akustik gitar tetapi dengan memotong bodi lebih dalam di atas dan dibawah neck (cutaway) agar lebih mudah mengakses neck bagian fret 15 keatas. Ia membentuk kayu dengan menggunakan pisau lipat, pahat dan ampelas. Fingerboardnya juga mengadaptasi dari gitar akustik. Bentuk neck gitarnya tebal dan agak bulat. Neck tersebut hanya menggunakan satu baut dan tidak di-lem. Sebuah fret terpasang tepat didepan nut, sebelum fret pertama. Bentuk fretnya sendiri datar, model bus sekolah dan inlay-nya yang berbentuk titik besar (dot) adalah seperti berikut: satu titik di fret 3, dua titik di fret 7, satu titik di fret 9, tiga titik di fret 12, satu di fret 15 dan 17, dua di fret 19, satu di fret 21 dan tiga di fret 24. Selain itu juga ada titik penanda di tepi fingerboard-nya dan garis besar di tepi fret ke 5 dan ke 7.
Bahan fingerboard-nya adalah kayu oak yang dilapisi sedemikian rupa hingga menyerupai kayu ebony. Neck gitar tersebut masuk jauh ke dalam bodi gitar hingga melewati pickup tengah. Bodi gitarnya sendiri berbahan kayu sejenis oak yang berasal dari sebuah meja dan dua lapisannya terbuat dari kayu balok yang dilubangi sendiri olehnya. Seluruh permukaan body gitar itu kemudian ia lapisi dengan lapisan kayu mahogany. Bindingnya terbuat dari tepian rak, entah itu rak buku atau rak lain. Bridge-nya sendiri merupakan desain dari Brian May dan ayahnya dan dibuat dengan tangan. Gagang tremolo-nya sendiri dibuat dari part sepeda, sepertinya bagian yang terdapat pada sadel sepeda, dan ujung gagang tremolo-nya adalah bagian dari jarum rajut ibunya yang ia bor sedikit. Alasan Brian May membuat sendiri tremolonya adalah karena ia tidak mampu untuk membeli tremolo Fender saat itu. Mungkin kombinasi dari bahan-bahan yang tidak umum itulah yang membuat suara gitar Brian May begitu unik dan memiliki sustain yang unik pula.
Untuk urusan elektronik, May menggulung sendiri pickup single coil-nya, tetapi kemudian ia menggantinya dengan pickup yang ia beli dari Burns di Inggris. Selain pickup, ia juga membeli tuner. Tetapi tuner itu segera pula diganti dengan merk Sperzel. May juga mendesain perkabelan gitarnya.
Pada pertengahan 90-an, Brian May bertemu dengan luthier asal Australia, Greg Fryer, yang mendapatkan ijin May untuk membuat beberapa kopi otentik dari “Red Special” buatan Brian May. Setiap gitar tersebut dibuat sepersis mungkin dengan aslinya. Bahkan lebih detil dari Brian May signature buatan Guild. Seberapa mungkin Fryer menggunakan tipe kayu, lem, finishing dan kelengkapan gitar (seperti tuner) yang sama dengan aslinya. Fryer bahkan membayar sendiri ongkos perjalanannya dari Australia ke rumah Brian May di Inggris, dimana ia secara mati-matian melakukan pengukuran dan mencatat semua spesifikasi gitar Brian May secara mendetail dan kembali ke Australia untuk mulai bekerja. Setahun kemudian Fryer kembali ke Inggris dengan 3 buah hasil kloningnya dan Brian May terpana atas hasil kerjanya. Sekarang ketiga gitar tersebut digunakan oleh Brian May. Bahkan May mempercayakan gitar aslinya kepada Greg Fryer untuk diservis. Gitar asli buatan tangan Brian May dan ayahnya sekarang kembali dalam kondisi prima.




Helloween dibentuk pada tahun 1978 ketika gitaris Kai Hansen dan Piet Sielck membentuk band bernama Gentry dan setelah mengalami bongkar pasang personel mereka merubah menjadi Iron Fist yang menampilkan Ingo Schwichtenberg pada drum dan Markus Grosskopf pada bass. Piet kemudian keluar dan menjadi sound engineer band seperti Blind Guardian, Grave Digger, Gamma Ray dan proyek pribadinya, Iron Savior. Lalu datang Michael Weikath dari Powerfool, dan mengganti namanya menjadi Helloween pada tahun 1982 di Hamburg. Pada tahun 1984, mereka merekam 2 lagu untuk album kompilasi Noise Records Death Metal. Helloween merekam “Oernst For Life” yang ditulis oleh Weikath dan sebuah lagu berjudul “Metal Invaders”. Dengan Kai Hansen merangkap sebagai vocalis sekaligus penulis lagu, mereka merekam debut mini album berjudul Helloween (berisi 5 track) pada awal 1985. Album Walls of Jericho dan mini single “Judas” direlease setahun kemudian, dan media mulai dikejutkan oleh intepretasi Helloween terhadap heavy metal klasik. Mereka meraih begitu banyak penggemar di daratan Eropa, namun Hansen masih tidak puas dengan kemampuannya bernyanyi dan bermain gitar sekaligus, dan setelah selesai tour Kai menyarankan Helloween untuk mencari vocalis yang pas untuk membesarkan Helloween. Helloween: 1987-1989 Ralf Scheepers dari Tyran Pace adalah pilihan pertama mereka, namun mereka akhirnya menemukan seorang vocalis yang sangat bagus dari band lokal bernama Ill Prophecy. Dia adalah Michael Kiske, yang waktu itu masih berusia 19 tahun, yang memiliki suara jernih dan tinggi dan banyak terinspirasi oleh gaya bernyanyi Rob Halford dan Bruce Dickinson. Formasi baru ini membuktikan kekuatan baru mereka diatas panggung dan di studio. Mereka ingin merekam double album pada awalnya, namun pihak Noise menolak. Merekapun merelease Keeper of the Seven Keys I, yang tidak diragukan lagi menjadi album power metal yang sangat berpengaruh di Eropa. Kombinasi power dan melodi yang mereka usung banyak diikuti oleh band pada masa itu, dan membuat Helloween mendadak menjadi superstar power metal, bahkan menjadi band pembuka Iron Maiden, Armored Saint dan Grim Reaper. Kesuksesan merekapun sampai di USA bahkan diundang ikut ambil bagian dalam MTV Headbanger’s Ball Tour. Disela-sela kesibukannya, mereka masih sempat merekam album Keeper of the Seven Keys II pada tahun 1988. Mereka semakin memantapkan diri menjadi band power metal yang paling sukses dalam penjualan album dan kembali tour di USA bersama Exodus dan Anthrax. Album inipun menembus tangga lagu di UK, tapi proses penulisan lagu (terutama lagu panjang yang ditulis oleh Kai) menjadi awal krisis yang terjadi dalam Helloween. Pertunjukan mereka di Donington Monster of Rock Festival semakin mengukuhkan keberadaan mereka, namun bagi Kai, impiannya yang menjadi kenyataan juga sampai pada titik kulminasi tentang ambisinya dalam grup. Secara mengejutkan, pada Desember 1988 Kai menyatakan mundur dari band yang telah membesarkannya, dan menyatakan bahwa Helloween sudah terlalu besar baginya sehingga sulit untuk dikontrol. Kai selanjutnya membentuk band sendiri dengan nama Gamma Ray. Para anggota Helloween tidak menjadi mundur, mereka menarik mantan personel Rampage, Roland Grapow menggantikan posisi Kai dan meraih sukses dalam tour di UK. Helloween: 1990-1993 Perusahaan EMI pun tertarik dan mengontrak mereka karena Helloween mempunyai masalah dengan labelnya, Noise Records. Helloween memutuskan kontrak dengan Noise dan bergabung dengan EMI. Merekapun kalah dalam pengadilan dan harus membayar ganti rugi kepada Noise serta dilarang merelease album di luar Eropa dan Jepang. Karena permasalahan keuangan yang pelik, mereka tidak menghasilkan album sampai 2 tahun. Beberapa album live pun direlease (Live in the U.K. di Eropa, Keepers Live di Jepang dan I Want Out: Live di USA) direlease untuk mengesankan kepada penggemar selama masa hiatus. Dan mereka pun mendapat bantuan dari Management Sanctuary (Iron Maiden, W.A.S.P) untuk tetap bertahan. Sedikit demi sedikit mereka mulai yakin, bangun dari istirahat yang panjang, mereka merelease sebuah album dengan judul yang tidak biasa Pink Bubbles Go Ape pada tahun 1991. Namun album ini malah kurang menunjukkan identitas Helloween, banyak mendapatkan kritik dari penggemar dan media, penulisan lagu yang tidak fokus. Lebih parah lagi, beredar rumor bahwa penggarapan album ini dipenuhi oleh konflik internal antar personel. Album yang penuh dengan ketidakpastian ini diikuti oleh penjualan yang tidak seperti yang mereka harapkan. Pada tahun 1993, mereka merelease album yang lebih buruk, Chameleon, dan memperburuk rumor bahwa ketegangan antar personel mulai memuncak. Hal ini mulai terlihat pada periode tersebut, Ingo mengalami stress, memakai obat- obatan dan minuman keras serta didiagnosa mengidap penyakit Schizophrenia. Ingo pun digantikan oleh Richie Abdel Nabi selama tour. Ingo mengidap Schizophrenia sejak lahir. Hal ini baru diketahui pada saat dia sedang menjalani rehabilitasi obat- obatan seperti kokain, dopping dan alkohol yang sangat berakibat buruk terhadap fungsi otak dan mengakibatkan kesulitan dalam bicara. Pada dasarnya, alkohol bisa menunda efek Schizophrenia untuk beberapa saat, namun akan tetap muncul setiap saat jika seseorang telah berumur 30 tahun. Sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi Ingo dan akhirnya Weiki harus membuat keputusan untuk meminta Ingo tidak lagi bermain untuk Helloween. Mereka bicara selama 5 sampai 6 jam, Ingo pun menolak dan ingin tetap bermain untuk Helloween. Ingo tidak memahami kondisi dia sebenarnya dan tidak menjalani pengobatan dengan baik. Dan suatu saat, dia bunuh diri dengan melompat ke arah kereta subway yang sedang melintas. Pada saat itu, baik EMI maupun Sanctuary memutuskan untuk menghentikan kerugian mereka dan membiarkan Helloween untuk menentukan nasibnya sendiri. Helloween pun menandatangani kontrak dengan Castle Communication. Helloween: 1994-2000 Kemudian merekapun berusaha bangkit secepatnya, mereka menarik vocalis baru Andi Deris dari Pink Cream 69 (salah satu band favorit Weiki) dan mantan drummer Gamma Ray Uli Kusch dan kemudian merekam album Master of the Rings pada tahun 1994. Pada saat Andi menyatakan mau bergabung dengan Helloween, Weiki dan management memanggil Kiske namun Kiske menolak. Walaupun alasan memanggil adalah untuk menentukan nasib Kiske, namun pertemuan itupun tidak dilakukan karena hasilnya sudah jelas. Kiske dipecat. Album ini menandai kembalinya mereka kepada musik yang seharusnya mereka usung seperti dalam album Keeper. Album ini direlease hampir setahun kemudian di USA dengan bonus yang berisi semua B-side Master of The Rings. Setelah mereka merasa telah kembali pada jalurnya, mereka merekam album The Time of the Oath pada tahun 1996, dan secara mengejutkan album ini menjadi album terbaik mereka sejak masa-masa kejayaan album Keeper. Album ini didedikasikan kepada Ingo. Merekapun merelease album live High Live! pada tahun 1996 dan menandakan bahwa Helloween telah kembali ke arena power metal internasional dengan meraih kesuksesannya kembali di Eropa dan Jepang. Ditahun yang sama, Kiske pun merelease album solonya Instant Clarity. Pada tahun 1997, Roland merelease debut solonya berjudul The Four Seasons of Life yang memuat single “I Remember” dan menampilkan Ralf Scheepers pada sebuah lagu. Andi pun merelease debut solonya berjudul Come In From The Rain dengan single “1000 Years Away” dan “Goodbye Jenny”. Setahun kemudian mereka merelease The Pumpkin Box yang berisi lagu-lagu terbaik mereka dari tahun 1985-1993 dan berisi 4 disc bersama wawancara. Pada Maret 1998 mereka merelease album Better Than Raw. Pada tahun 1999, Roland merelease album Kaleidoscope yang menuai sukses di Eropa dan Brazil. Markus pun merelease proyek sampingannya berjudul Shockmachine yang menampilkan Uli pada drum. Uli juga memproduseri dan merelease albumnya Catch The Rainbow, sebuah album penghormatan kepada band Rainbow bersama para musisi Jerman. Kiske merelease album keduanya Readiness To Sacrifice. Helloween kemudian merelease album cover band yang banyak memberikan inspirasi dalam album Metal Jukebox. Andi pun menutup tahun ini dengan merelease album keduanya Done by the Mirrors. Mereka mengawali tahun 2000 dengan mengerjakan album terbaru mereka bersama produser Roy Z. berlatarbelakang nu-metal. Pihak management menginginkan Helloween merekam sisi gelap dari musik metal mereka dan hasilnya adalah album The Dark Ride yang direlease pada 30 Oktober 2000. Weiki kurang suka terhadap arah musik yang diambil. Produser sepertinya sangat menginginkan Helloween dengan style baru yang lebih nu-metal dan Roland pun bisa mengikutinya karena Roland sangat menyukai digital production, begitupula dengan Uli. Tapi tidak dengan Weiki yang tidak dilibatkan dalam penggarapan album ini. Weiki tidak menginginkan album ini sebagai album Helloween. Perbedaan arah bermusik dan pemilihan track yang dilakukan oleh management ini kemudian menimbulkan ketegangan dalam band dan disusul dengan dipecatnya Roland dan Uli. Helloween: 2001-2004 Weiki ingin mengembalikan Helloween ke jalurnya dengan lineup yang baru. Selama proses tersebut, Helloween menarik gitaris Sascha Gerstner dari Freedon Call yang baru berusia 25 tahun. Seorang pemain gitar yang mempunyai banyak kesamaan dengan Weiki, tahu bermain gitar dengan semestinya. Dia juga membantu Markus dalam pengerjaan lagu “Liar”, dia menulis 3 lagu untuk album Rabbit Don’t Come Easy yang diproduseri Charlie Bauerfeind dirilis pada bulan Mei 2003. Judul ini diberikan untuk menunjukan bahwa band ini kembali lagi keera yang lebih baik (“happy”), sebagai ungkapan bahwa betapa miripnya peluncuran sebuah album jika dibandingkan dengan pertunjukan trik mengeluarkan kelinci dari dalam topi. Pada bulan Juli 2003, Helloween bersiap-siap di Hamburg, mempersiapkan tour keliling dunia terpanjang mereka. Sejak awal tour dibulan september, fans diseluruh dunia mengelu-elukan penampilan Helloween, yang semakin lebih baik dari sebelumnya. Sebuah tanda bahwa penambahan personil baru ini akan berjalan dengan lancar. Di bulan Oktober 2004, Helloween memulai paska produksi album baru mereka. Helloween: 2005-2009 Di awal tahun 2005, tepatnya bulan Februari 2005, Schwarzmann dan Helloween mulai mengalami ketidak- cocokan. Selama masa-masa tour barulah terlihat olehnya dan oleh seluruh personil tentang perbedaan diantara mereka, mereka tidak seluruhnya berbagi dalam hal jalur musik mereka. Schwarzmann memutuskan untuk tetap membantu Helloween selama masa produksi sampai ditemukannya pengganti yaitu Dani Loble, Mantan pemain Drum RAWHEAD REXX yang merupakan orang yang cocok untuk Helloween. Sudah terdengar gosip bahwa Helloween akan merilis kelanjutan dari kedua album legendaris Keeper’s, tetapi sampai saatnya pada bulan Juni, Helloween mengkonfirmasikan perilisan “Keeper Of The Seven Keys – The Legacy”. Single pertama berjudul ” Mrs.God” diluncurkan pada tanggal 4 juli di Asia Tenggara, diikuti oleh seluruh dunia pada tanggal 5 September. Pada tanggal 31 Oktober 2005, Helloween merilis kelanjutan dari album Keeper yang legendaris berjudul “Keeper of The Seven Keys – The Legacy”. Album ini membawa pengakuan yang luar biasa terhadap band ini dan dapat diterima dengan baik di seluruh dunia. Keseuksesan album ini dan tour yang berkelanjutan sangat kuat dan band ini pun merilis DVD live kombo dan CD live Kombo. Di tahun 2007, Untuk merayakan dua tahun kesuksesan mereka, Helloween merilis CD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys – The Legacy World Tour 2005/2006 – Live In Sao Paulo” dan DVD Live Kombo berjudul “Keeper Of The Seven Keys – The Legacy World Tour 2005/2006 – Live On 3 Continents”. Di penghujung tahun 2007, Helloween kembali merilis album baru yang berjudul “Gambling With The Devils”. Dan kembali menyapa para penggemarnya bersama Gamma Ray yang salah satu anggotanya adalah mantan pendiri Helloween (Kai Hansen). Dan bahkan akhirnya tepat di hari Jum’at tanggal 22 Februari 2008 Helloween pun manggung di Jakarta (Indonesia) yang bertempat di Tennis Outdoor Senayan pukul 9:10 WIB. Di penghujung tahun 2008, dalam rangka menyambut ulang tahun Helloween yang ke 25 tahun (Anniversary 25th) akan dibuat sebuah t-shirt yang ber tajuk “Anniversary 25th” Helloween. Dan yang menjadi spesial dari t-shirt ini selain untuk menyambut hari jadi Helloween ke-25 bahwa design t-shirt ini dibuat oleh para fans Helloween yang kemudian di voting dan yang mendapat votingan terbanyak maka itulah design t-shirt yang akan dirilis. Awal 2009 design t-shirt “Anniversary 25th” terpilih dan berasal dari Brasil dan sudah bisa di pre-order dibulan Maret 2009. Di samping merilis sebuah T-shirt Anniversary 25th, dalam rangga menyambut ulang tahun Helloween ke-25, kabarnya mereka akan merilis sebuah album spesial dan belum ada konfirmasi album seperti apakah album yang spesial tersebut
Heaven and Hell
Inilah band yg disebut paling bertanggung jawab atas menyeberbya wabah metal hingga saay ini. Musik usungan Black Sabbath merupakan cikal bakal lahirnya thrash metal, doom metal, death metal, gothic metal, dan sejenisnya. Permainan gitarisnya, Tommy Lommi, juga dibaptis sebagai peletak riff metal yang telah mempengaruhi ratusan, ribuan, bahkan jutaan gitaris di dunia. Sementara, Ozzy Osbourne, vokalisnya juga mendapat julukan “The Godfather of Metal” dan belum tergantikan hingga saat ini(Menurut saya tidak akan pernah).
Hebatnya setelah menjalani karir selama 40 tahun, Black Sabbath masih eksis. Bahkan, band yang dibentuk di Birmingham, Inggris sedang tur untuk reuni era album ‘Heaven and Hell’ (1980). Hanya, bukan nama Black Sabbath yang dipakai untuk tur, tapi sebagai band Heaven and Hell.
Keputusan tidak mengambil nama Black Sabbath dipatenkan Tony karena takut fans mereka nanti bingung. Karena Sabbath baru selesai tur dg Ozzy. Sekarang posisi Ozzy diganti oleh Ronnie James Dio, eks vokalis Rainbow. Apalagi Ozzy sedang merampungkan album solo terbarunya. Selain itu juga diperkuat oleh bassis Geezer Butler dan Vinny appice, mantan dramer Sabbath era ‘Mob Rules’ (1981) yang masuk menggantikan Bill Ward.
Tapi, dg nama Heaven and Hell Tony jauh merasa lebih nyaman. Karena ia merasa tak terbebani membawakan lagu lam Sabbath. “Kami telah menjalani 10 tahun terakhir bersama Ozzy, dan itu sangat menyenangkan. Tapi, masih banyak fans kami yang belum mendengar lagu dari album ‘Heaven andHell’,” ungkapnya beralasan.
Awalnya, ide reuni ‘Heaven and Hell’ karena gara-gara Rhino Records ingin merilis kompilasi ‘Black Sabbath: The Dio Years’. Dan pihak label meminta beberapa lagu untuk mendukung album tersebut. Tony seteju dan menyerahkan 3 album kolaborasinya dengan Ronnie, dg judul “Shadow of the Wind”, “The Devil Cried”, dan “Ear in the Wall”.
“Senang sekali rasanya bisa menulis lagu lagi bersama Ronnie. Kami menyatukan ide dedngan sangat lancar, dan kami betul-betul kombinasi yang kuat,” tandas Tony bersemangat.
Dari Blues ke Ilmu Hitam
Polka Tulk adalah nama awal yang dipakai Anthony “Tony” Lommy, John “Ozzy” Osbourne, Willian “Bill” Ward dan Terence “Geezer” Butler pertama kali bergabung dan membentuk band saat 1967. Saat itu, musik yang mereka mainkan sangat kental dengan Blues. Tak lama, nama tersebut diubah menjadi Earth dan beralih mengusung Fusion Blues.
Februari 1969, nama Black Sabbath resmi dipakai, diambil dari salah satu lagu Polka Tulk ciptaan Geezer. Ia sendiri mengambil nama itu dari novel-novel bertema Ilmu hitam ciptaan Dennis Wheatley yang digemarinya. Seirng dengan perubahan nama, imej penampilan dan musik yang dimainkan Black Sabbath ikutan bergeser.
Setelah setahun tur, Tony Lommy dkk dikontrak sebuah label kecil bernama Philips Records di inggris. Lagu pertama berjudul ‘Evil Woman (Don’t Play Your Games With Me)’, merupakan lagu daur ulang milik Crow, band asal Amerika. Tiga bulan kemudian, label tersebut dirilis ulang oleh label Vertigo, bersama dengan debut album ‘Black Sabbath’. Kendati digarap dengan dana minim, sekitar 600 pound, namun album yang dikerjakan bersama produser Rodger Bain tersebut bisa menempati peringkat 8 terlaris di Inggris selama 5 bulan
Ronnie James Dio
(lahir Ronald James Padavona pada 10 Juli 1942 di Portsmouth, New Hampshire), adalah seorang penyanyi heavy metal yang dikenal sebagai anggota Black Sabbath, Rainbow, dan Dio. Saat ini ia sedang tur bersama dengan Tony Iommi, Geezer Butler, dan Vinny Appice dalam Heaven and Hell.
Nama belakangnya diambil dari anggota mafia Johnny Dio, dan mulai ia gunakan di awal 1960-an dalam band Ronnie Dio and the Prophets. Ia mulai bergabung dengan Black Sabbath dalam album Heaven and Hell.
Ozzy Osbourne
John Michael Osbourne, lebih dikenal sebagai Ozzy Osbourne (lahir di Aston, Birmingham, West Midlands, Inggris, 3 Desember 1948; umur 61 tahun), merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Inggris. Ia adalah vokalis grup musik heavy metal Black Sabbath yang terkenal pada tahun 1970-an.
Yngwie Malmsteen dilahirkan di Stockholm, Swedia, pada tanggal 30 Juni 1963. Saat ini, ia dikenal sebagai solo gitar yang memiliki kemampuan luar biasa. Dua puluh tahun lalu ketika ia masih muda, kepiawaiannya berimprovisasi gitar terkesan telah banyak nelayan klik rockers mania di dunia. Dalam sejarah musik rock, kita tahu nama-nama seperti Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore (yang urakan Dari Deep Purple), Joe Satriani, Steve Vai, Eddie Van Halen atau Eric Clapton dan Santana. Mereka semua dapat menjadi senior yang sudah melegenda dengan setiap permainan. Yngwie Malmsteen dapat memperdalam kemampuan dalam banyak senior berkiblat kepadanya. Malmsteen adalah sebuah fenomena tersendiri, jadi tidak berlebihan dalam dua dekade terakhir, dia didominasikan sebagai solo gitar yang sangat berbakat.
Ketika ia berpaling masih 20 tahun, ia mengejutkan dunia dengan teknik permainan yang luar biasa, sebagai orang panggilan aliran neo-Kelas merdu rock. Ini dapat dirasakan dalam album perdananya “Yngwie J. Malmsteen’s Rising Force” 1984 ketika baru berusia 21 tahun. Namun, tampaknya kecil di melaporkan Malmsteen pertama, tidak begitu tertarik dengan dunia musik. undefinedEverything berubah ketika ia secara tidak sengaja menonton TV, yang menyiarkan konser Jimi Hendrix tahap beberapa waktu setelah kematian dari maestro. Malmsteen baru berusia 7 tahun dengan keliaran sangat terpukau Hendrix di atas panggung yang dapat membuat histeris operasi. Satu hal yang sangat berbekas di kepala bila Malmsteen Hendrix aksi pembakaran dan menghancurkan gitarnya di panggung. Malmsteen Sejak itu tertarik bermain gitar. Pada hari Hendrix meninggal, ketika lahir juga gitar muda yang siap untuk menggantikannya.
Kapitalisasi keingintahuan sekaligus kegigihan luar biasa untuk bereksperimen dengan lama jenis Mosrite gitar dan kemudian melanjutkan dengan versi yang lebih murah Stratocaster, Malmsteen mentransformasi dirinya sebagai Blackmore. Gitar juga tertarik untuk membuat belajar klasik karya Bach, Vivaldi, Mozart dan Beethoven. Rupanya struktur musik klasik sangat berguna bagi orang untuk menemukan inovasi dalam bermain gitar. Jangan salah, ketika Malmsteen yang baru berusia 10 tahun. Ibu-ibu dan saudara perempuan dari standar flute memainkan peran penting dalam keberhasilan mengendalikan Malmsteen gitar dalam waktu singkat.
Malmsteen telah satu ketika menonton konser biola asal Rusia, Gideon Kremer. Ini memberikan pengaruh yang sangat besar untuk Malmsteen, ia ingin menggabungkan pengetahuan tentang musik klasik dengan kemampuan untuk bermain gitar dan bagaimana untuk meningkatkan kharisma bagi penonton. Pada usia ke 15, yang telah diakui dunia khusus permainan Malmsteen sebagai merek dagang. Gila. Kemudian ia sempat bermain di beberapa band dan dalam setiap kesempatan ia selalu envisioned menjelajahi berimprovisasi melalui permainan yang panjang instrumental. Pada usia 18, setelah mencoba untuk mengirim beberapa demo rekaman ke beberapa produsen dari permainan, akhirnya dia diundang untuk bermain dengan band Steeler. Beberapa saat setelah itu ia dipindahkan ke Alcatrazz, tetapi karena ia tidak envisioned merasa lebih baik jika Anda berpartisipasi dalam mengembangkan band, ia memutuskan untuk bersolo karir. Dan dia menghabiskan album pertama dengan judul “Rising Force” (sekarang dikenal sebagai kitab suci neoclassical rock). Album ini berhasil membawa Malmsteen khusus sebagai nominator Grammy sebagai “Best rock instrumental kinerja.” Tidak sampai di situ, dia juga di bagian “Best New Talent”, dan “Best Rock gitar” pada tahun depan. Sungguh luar biasa. Sejak itu nama Malmsteen sebagai langit-membingkas permainan sebagai ‘bodoh’ performa dan membuat aliran baru “neoclassical rock.”
Telinga penggemar musik rock sebagai dijejali dengan permainan hampir dua dekade melalui album marching Keluar, trilogi, Odyssey, Live in Leningrad / Trial By Fire (video memperoleh “emas-Beli konser video” di Moskow dan Leningrad), Fire & Ice (yang diluncurkan di Jepang dan terjual lebih dari 100.000 copy hanya pada hari pertama peluncuran), The Seventh Sign, Magnum Opus, Inspiration, yang Menghadapi Animal, Alchemy, dan Attack!.
1997, Yngwie membuktikan bahwa ia tidak memenuhi syarat lebih dari yang lain gitar fenomenal adalah ketika ia berhasil Rockface karya besarnya “Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra dalam Eb minor, op. 1 “, sebuah karya musik klasik yang penuh dengan unsur bermain gitar listrik. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2001, Yngwie pertama menemukan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Jepang di Tokyo Philharmonic Orchestra. Sepanjang tahun 2002, album terjual hampir bak kacang goreng di dunia. Kemudian pada tahun 2003, ia bergabung dengan tur musik bergengsi yaitu “G3″ yang merupakan kolaborasi dari tiga maestro adalah mimpi Satriani, Vai dan Malmsteen. Dua tahun rekaman album dari wisata ini perilaku keras, baik DVD, CD atau VHS.
Pada tahun 2004, lebih Malmsteen bekerja di studio, kami melakukan perjalanan yang panjang istirahat setelah dua tahun berturut-turut. Dan ia mengeluarkan album “melepas Fury.” Dan beberapa jajak pendapat Virtuocity seperti Amazon.com dan memberikan rating “5-star” untuk karyanya. Berbagai pujian yang diterima sepanjang tahun 2004. 2005, Yngwei tidak berhenti, tepat di musim panas, ia memulai turnya berjudul “Fury World Tour” di negara-negara Irlandia dan dari sana terus pindah ke negara-negara lain di dunia ini.
Queen adalah heavy metal band yang didirikan pada tahun 1971 setelah gitaris Brian May dan drummer Roger Taylor, yang ketika itu merupakan anggota band yang berlainan, memutuskan bergabung dengan vokalis dan pemain piano Freddie Mercury. Kemudian beberapa waktu berikutnya bassist John Deacon bergabung dengan mereka dan pada tahun 1972 mereka menandatangani kontrak dengan EMI Records. Single pertama mereka “Keep Yourself Alive” dirilis tak lama setelah itu, tapi tidak laku dengan baik. Kemudian Queen album perdana mereka keluar tahun ’73 dengan mengkombinasikan hard rock glam falam albumnya.
Ketika sampai tahun 1974 band mereka menjadi besar dengan album ketiga Sheer Heart Attack. Album merka menjadi nomor dua di Inggris dan album single “Killer Queen” menjadi band yang paling nge-Hit di US. Mereka juga mulai membuat nama untuk diri mereka sendiri, terutama Mercury yang dari awal selalu berpakaian satin dan ketika tampil di panggung ia selalu penuh atraktif dan penampilanya dipanggung layaknya seperti pentas drama.
A Night At The Opera adalah salah satu album yang dirilis pada tahun 1975 yang membuat mereka menjadi superstar. Album ini menempati posisi nomor lima di AS, dan di Britania menempati posisi nomor satu dan berada di posisi tersebut selama sembilan minggu. Album tersebut memiliki sebuah single yang memiliki komposisi musik layaknya opera dengan durasi single tujuh menit yaitu “Bohemian Rhapsody”, sebuah opera mini yang ditulis oleh Mercury. Itu adalah sebuah lagu rock opera yang benar-benar terdengar seperti opera, bahkan dipadukan dengan khas dentingan gitar ala hevy metal. Dengan banyak vocal yang mendayu, pukulan drum yang keras, mellow piano, sehingga menjadikan lagu yang yang paling disukai bagi fans mereka. Tapi A Night At The Opera juga memiliki lagu-lagu hebat lainnya dan semua anggota band membantu menuliskan beberapa di antaranya termasuk Diakon’s “Your My Best Friend”, yang sempurna untuk Merkurius suara, dan Taylor’s heavy metal lead vokal, drum yang berdebar-debar “I’m in Love With My Car”.
Album berikutnya, A Day At The Races, dirilis pada tahun 1976 yang meledak dengan single, “Somebody To Love”. Kemudian album berikutnya dirilis pada tahun ’77 yaitu album News of the World dengan double single berjudul “We Will Rock You” menjadikanya menempati top ten tangga lagu, ditulis oleh Mei, dan Mercury “We Are The Champion”. “Champions” adalah lagu yang cukup banyak membawa pesan dan sampai sekarang masih digunakan sebagai lagu kebangsaan untuk juara tim olahraga di seluruh dunia. Pada tahun 1978, Queen menjadi lebih sukses dengan merilis album Jazz yang satu lagi memiliki double A hit single, “Fat Bottomed Girls” dan “Bicycle Race”.
Queen berada di puncak popularitas mereka saat mereka memasuki dekade 80-an. Album The Game dirilis di awal tahun 1980. Album ini berisi empat lagu hit di US yaitu, “Crazy Little Thing Called Love,” an Elvis like song, dan yang terdengar agak disko ” Another One Bites the Dust ” dan “Play the Game”. Lagu “Save Me” juga salah satu single dari albu tersebut yang meledak di Inggris. Apa pun alasannya, ini akan menjadi yang terakhir album Queen besar sesungguhnya di Amerika Serikat dan sebagai tahun delapan puluhan mereka tampaknya terus memudar di sana. Tapi kembali ke rumah di Inggris akan hal-hal yang masih kuat. “Under Pressure”, yang direkam dengan David Bowie menjadi nomor satu di Britania pada tahun 1981 dan di tahun ’84 mereka menjadi nomor dua di tangga lagu Inggris dengan “Radio Gaga”. Kemudian mereka memainkan pertunjukan besar pada konser Live Aid benefit concert pada tahun 1985. Pada ’86, A Kind of Magic terjual habis di Inggris dan seluruh Eropa, tapi gagal terjual sama sekali di Amerika Serikat. Nasib yang sama akan terjadi hingga 1989, The Miracle. 1991′s sedikit lebih baik di AS, memuncak di nomor 30.
Namun pada awal 1991, band sudah mendekati akhir karirnya. Mercury sakit parah mengidap AIDS, meskipun para penggemarnya tidak mengetahui pada awalnya. Kemudian pada akhir tahun berita tersebut mulai meluas tentang kesehatan Mercury dan pada tanggal 22 November, ia mengeluarkan pernyataan yang membenarkan dia mengidap AIDS. Ia meninggal hanya pada dua hari kemudian. Anggota Queen yang masih hidup dan teman-temannya melakukan satu pementasan Queen terakhir. Itu diselenggarakan di Stadion Wembley London pada 20 Mei 1992 dan televisi di seluruh dunia. Menampilkan tamu seperti seniman Bowie, Elton John, George Michael, Annie Lennox, Def Leppard dan Guns N ‘Roses, konser raised millions for the Mercury Phoenix Trust, yang didirikan untuk kesadaran AIDS. Juga pada saat ini lagu “Bohemian Rhapsody” dikeluarkan kembali untuk mengumpulkan dana sebagai proyek-proyek penelitian AIDS, dan melambung ke puncak tangga lagu Inggris. Lagu juga naik menjadi nomor 2 di US setelah ditampilkan dalam film Wayne’s World.